Sudirman Cup 2017, Pertama Kalinya Indonesia Terhenti di Penyisihan Grup

piala sudirman cup

Piala Sudirman dengan mahkota berbentuk Candi Borobudur. Photo by The Star Online

Sudirman Cup memang telah usai digelar. Korea Selatan menjadi juara untuk keempat kalinya. Di sisi lain, banyak masyarakat Indonesia yang tidak puas akan hasil dari timnas.

Agak mengecewakan melihat kiprah tim bulutangkis Indonesia di gelaran Piala Sudriman 2017. Bagaimana tidak? Untuk pertama kalinya, Indonesia gagal melaju ke babak perempat final dan berstatus sebagai juru kunci di grup D bersama dengan Denmark dan India.

Sejatinya PBSI menargetkan semi final di tahun ini, namun harapan tersebut hilang seketika tatkala pada pertandingan pertama Indonesia dikalahkan India dengan skor 1-4. Dengan hasil tersebut maka tim Indonesia harus mengejar poin pada pertandingan melawan Denmark dengan skor telak 5-0 jika menginginkan lolos. Hal tersebut tentu tak mudah jika melihat skuad Denmark yang cukup menjanjikan dengan deretan pemain yang berada di 10 besar ranking BWF.

Banyak para pecinta bulutangkis tanah air yang kecewa akan hasil ini. PBSI dirasa salah strategi dalam menurunkan line up pemain pada pertandingan melawan India. Karena, jika dilihat dari segi kekuatan pemain dan sepak terjang permainan bulutangkis masing-masing negara, Indonesia harusnya lebih unggul dan mampu mencuri poin di pertandingan awal tersebut. Namun hasil yang cukup mengejutkan di pertandingan pertama, ketika di nomor mixed double harus merelakan poin untuk India.

Beragam kritikan kepada PBSI dan pemain datang dari para pecinta bulutangkis tanah air. Pelatih dan staf salah menurunkan Owi-Gloria di pertandingan pertama, Jonathan Christie bermain tidak maksimal, woman double yang tidak memperlihatkan performa permainan, hingga aktivitas pemain pra-pertandingan yang dirasa kurang tepat (update sosial media), menghiasi akun-akun badminton di instagram.

sudcup1

Komentar pecinta bulutangkis atas kekalahan lawan India di akun @bulutangkisri

Tak hanya masyarakat awam saja, jurnalis olahraga, Broto happy, juga menyuarakan pendapatnya mengenai hasil Merah-Putih di Gold Coast, Australia tahun ini. Seperti yang ia lansir di facebook pribadinya, Broto Happy mengungkapkan setidaknya ada lima faktor kegagalan timnas tidak lolos ke perempat final Sudirman Cup tahun ini. Pertama, Indonesia kurang fokus dan serius saat menghadapi India. Tim Merah-Putih terlalu fokus ke pertandingan kedua melawan Denmark, padahal pertandingan melawan India sangat krusial dan kesempatan mencuri poin. Kedua, Indonesia terlalu meremehkan India. Kendati jajaran pelatih dan manajer tim mengetahui jika peta kekuatan bulutangkis India kini ulai meningkat, terutama di sektor tunggal putra dan tunggal putri. Kekuatan tersebut juga terbukti di pertandingan melawan Denmark, meskipun kalah skor 1-4, India mampu merepotkan permainan pemain-pemain negara perwakilan Eropa tersebut. Ketiga, susunan pemain yang diturunkan saat melawan India salah besar. Salah satunya yaitu di partai pembuka, mixed double yang menurunkan Owi/Gloria. Performa mereka di pertandingan sebelumnya kurang memuaskan tapi masih dipasangkan dan menjadi laga pembuka. Dalam sesi latihan pelatnas pun, meraka kalah dari Ronald/Debby. Keempat, tim kurang kompak. Terlihat saat laga simulasi pra-sudriman cup di Cipayung. Saat laga simulasi para pemain sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri, menghiraukan partner yang sedang bertanding. Kelima, pemain lupa tugas utamanya. Mereka dikirim ke Australia untuk menunjukkan Merah-Putih masih berjaya di dunia bulutangkis dunia, dan diharapkan membawa pulang piala dengan nama Indonesia tersebut. Namun, sebelum laga dimulai mereka lebih dulu bersenang-senang dengan bermain di pantai, update media sosial, yang harusnya bisa dilakukan usai pertandingan. Intinya, sebelum pertandingan harusnya fokus dulu ke permainan.

Sudirman Cup kini telah usai, dan dua tahun yang akan datang digelar lagi. Hasil ini, menjadi tamparan keras bagi kepengurusan bulutangkis Indonesia dan para pemain untuk berubah, apa yang salah dan apa yang harus dibenahi. Tak hanya evaluasi, usaha dan aksi memperbaiki diri harus dilakukan sejak saat ini. Semoga bulutangkis Indonesia kembali berjaya. Tunjukkan bahwa Indonesia masih bertaji!

Advertisements

Proud Of You, Kevin/Gideon

kKevinGideon

In-do-ne-sia…

Ea-huu…ea-huu…

Teriakan-teriakan yang selalu menghiasi tatkala pemain bulutangkis Indonesia tengah bertanding. Entah di dalam negeri maupun luar negeri. Dan teriakan semangat itu baru saja terdengar dari Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris.

All England 2017 baru saja usai dan dua nama pemain Indonesia tercatat sebagai salah satu pemenangnya. Masih hangat. Kevin Sanjaya Sukamulyo dan Marcus Fernaldi Gideon, pasangan ganda putra Indonesia baru saja mempertahankan tradisi juara di turnamen bulutangkis tertua di dunia itu.

Permainan yang luar biasa dari keduanya hingga mencapai podium juara. Kevin, sergapan bola yang cepat dan sigap tatkala di depan jala. Gideon, smash tajamnya tak perlu ditanya. Keduanya bermain apik, all out, dan penuh semangat membara.

Flashback ke pertandingan Kevin/Gideon pada ajang All England 2017, keduanya mempersembahkan permainan yang mengagumkan. Di quarter final mengalahkan pasangan Tiongkok, Chai Biao/Hong Wei melalui straight game. Semifinal, pertarungan dramatis tersaji dengan menakhlukkan pasangan Denmark, Pieler Kolding/Mads Conrad Petersen melalui rubber game. Kevin/Gideon akhirnya lolos ke babak final dan berhadapan dengan perwakilan Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen. Sama-sama pemain muda, unggulan kelima dan keenam, rekor pertemuan 1-0 untuk keunggulan Li Junhui/Liu Yuchen. Partai final yang menarik, keduanya sama-sama mengincar gelar juara pertama ajang prestisius tersebut. Namun, di partisipasi yang ketiga pada All England ini Kevin/Gideon berhasil mengukuhkan namanya sebagai juara.

Keberhasilan Kevin/Gideon mencatatkan namanya sebagai gelar juara All England adalah sebuah kebanggaan kita dan negara. Indonesia memang selalu mencatatkan namanya sebagai juara di setiap gelaran bergengsi All England, dan seterusnya semoga akan selalu begitu. Bukan hanya sebagai catatan prestasi, tetapi bukti bahwa negeri ini penuh dengan talenta-talenta luar biasa yang patut untuk diapresiasi.

Kevin/Gideon…selamat untuk gelar juara baru dan peringkat pertama BWFnya.

Inspiring Dining, Sensasi Makanan Fusi

gudegsushi

Foto instagram @inspiringdining/Gudeg Sushi

Makan sushi isi ikan salmon, sudah biasa. Kalau sushi isi gudeg Jogja? Itu yang tidak biasa. Pengalaman ini patut untuk dicoba.

Ketika menyantap makanan western terkadang kita sering berpikir bahwa menu tersebut bukan seperti rasa atau bentuk aslinya. Kebab, makanan khas Timur Tengah, aslinya adalah santapan berbahan dasar daging domba. Di Indonesia, kebab lebih banyak dijumpai menggunakan bahan daging sapi. Rasanya otomatis akan berbeda dengan kebab dari negara asalanya. Bahannya berbeda, bumbu yang digunakan tentu menyesuaikan dengan cita rasa di Indonesia. Mengapa demikian? Itulah fusion food.

Fusion food adalah masakan yang mengkombinasikan unsur-unsur dari tradisi kuliner yang berbeda. Beberapa elemen makanan dikombinasikan yang kemudian dipadu-padankan hingga menjadi satu jenis makanan dengan cita rasa baru. Fusion food saat ini memang menjadi tren di kalangan pecinta dan pebisnis kuliner, seiring dengan penyebaran budaya antar-negara.

Berdiri sejak 2015 yang lalu di jalan Kaliurang kilometer 5, Daerah Istimewa Yogyakarta, Inspiring Dining menawarkan sensasi makanan fusion yang patut untuk dicoba para pemburu kuliner. Konsepnya unik dengan memadukan masakan western dan nusantara. Tempatnya nyaman dengan bangunan gaya industrial.

Menu yang ditawarkan cukup membuat penasaran. Gudeg Sushi, sensasi sushi khas Jepang dengan gudeg khas Yogyakarta di dalamnya. Lalu, Pizza Brongkos, toping sayur brongkos khas Jawa di atas pizza khas Italia. Menu yang lain juga tak kalah unik, tetap menekankan perpaduan menu western dan nusantara.

Menurut Oki Rahadi, owner, Inspiring Dining berdiri untuk menyediakan sebuah sajian fusion yang sesungguhnya kepada konsumen, khususnya konsumen Indonesia. Idenya, menu makanan western agar masuk di lidah orang Indonesia, tentunya harus menyesuaikan komposisi bahannya, yang biasa dipakai orang Indonesia juga. Selanjutnya, untuk mempertegas cita rasa dan variasi, dipadukanlah menu tersebut dengan menu-menu nusantara sehingga tercipta sajian menu fusion perpaduan western dan Indonesia. Mungkin sedikit aneh kedengarannya, salmon kok dipadukan dengan pecel, pizza kok topingnya sayur brongkos. Namun, disitulah kunci utamanya fusion food Inspiring Dining.

Mengedepankan kualitas

Bahan-bahan yang digunakan untuk menciptakan menu fusion di Inspiring Dining merupakan bahan pilihan dari menu aslinya yang kemudian dipadukan dengan bahan menu nusantara. Prinsipnya, kualitas tetap menjadi prioritas. Proses pembuatan menu dari pemilihan bahan, memasak, hingga penyajian juga tak kalah penting. Inspiring Dining sangat detail mengenai hal tersebut. Untuk pembuatan menu steak, pemilihan dan proses penyiapan bahan menjadi kuncinya. Daging yang menjadi bahan steak harus melewati proses aging (pengawetan secara alami) terlebih dahulu sebelum dimasak. Proses tersebut harus dilakukan untuk mendapatkan kualitas tekstur daging yang sempurna.

Tak berhenti di bahan-bahan makanan saja, sajian minuman juga menjadi bagian yang penting. Agak sedikit berbeda dengan menu makanan, sajian minuman bukan merupakan perpaduan western dan nusantara. Tetapi, Inspiring Dining menawarkan pilihan menu minuman yang cukup variatif, mulai dari jenis-jenis teh dari Jepang, minuman tradisional Indonesia, dan minuman khas western.

Untuk memberikan pengalaman kuliner yang memuaskan kepada konsumen, Inspiring Dining sadar bahwa dengan menomor satukan mutu bahan dan pelayanan merupakan bagian yang paling utama. “Yang terpenting adalah Inspiring Dining diingat konsumen sebagai restoran fusion yang patut untuk mereka kunjungi. Kalau ingin makan sajian menu western yang bisa dinikmati ala menu nusantara, ataupun sebaliknya, ya di Inspiring Dining tempatnya”, papar Oki dengan yakin.

Mendengar nama-nama menunya saja sudah penasaran, apalagi rasanya. Tapi, tidak cukup dengan membayangkan saja jika ingin menjawab rasa penasaran tadi. Harus dicoba. Setelah dinikmati, ada sensasi, oohh seperti ini rasanya makanan fusion.

Juara Malaysia Open Superseries Premier, Kevin/Marcus Ciptakan Hattrick

malaysia open 2017

Photo by PBSI

Kucing-Kevin/Marcus berhasil mejuarai Malaysia Open Superseries Premier, sekaligus mengukuhkan hattrick juaranya di tahun ini setelah mengalahkan Fu Hai Feng/Zeng Siwei di Stadium Perpaduan (9/4/2017).

Kevin/Marcus akhirnya memantapkan titel juara Superseries yang ketiga kalinya di 2017 dari gelaran Malaysia Open Superseries Premier. Melawan pasangan non unggulan Tiongkok, Fu Hai Feng/Zeng Siwei, Kevin/Marcus berhasil memenangkan pertandingan dengan rubber game.

Di babak pertama, saling kejar angka terjadi sampai pada poin 11-11. Mengandalkan permainan depan net, Kevin/Marcus melenggang dengan unggul poin 17-11, sebelum pengembalian bola oleh Kevin keluar lapangan, perolehan angka terhenti sejenak. Fu/Zeng mengejar ketertinggalan menjadi 13-17. Kevin/Marcus terus melancarkan serangan hingga akhirnya menutup babak pertama dengan skor 21-14 dalam waktu 14 menit.

Babak kedua giliran Fu/Zeng mendominasi pertandingan dengan melakukan smash-smash tajam, sedangkan Kevin/Marcus terbawa pola permainan lawan dan banyak melakukan pengembalian bola tanggung. Hingga interval, Kevin/Marcus tertinggal 4-11. Kevin/Marcus sebenarnya mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 11-17, namun Fu/Zeng menjauhkan perolehan angka karena banyak pengembalian pasangan Indonesia yang membentur jala dan jatuh di lapangan sendiri. Fu/Zeng merebut babak kedua dengan 21-14 serta memaksakan terjadinya rubber game.

Babak ketiga berjalan layaknya babak pertama, kejar-mengejar angka terjadi sampai pada perolehan 7-8. Perubahan strategi dengan mengandalkan bola-bola drive yang disarankan pelatih saat interval rupanya membuahkan hasil bagi Kevin/Marcus. Bermain sabar, pasangan ganda terbaik Indonesia tersebut terus menambah poin menjadi 20-12, sebelum akhirnya pengembalian bola Fu Hai Feng jatuh di luar garis sisi kanan lapangan. Kevin/Marcus mengakhiri perlawanan pasangan Tiongkok dan mengukuhkan diri menjadi juara lewat rubber game, 21-14, 14-21, dan 21-12.

Raihan gelar di Malaysia ini mengantarkan hattrick juara mereka di tahun 2017 serta menjadikan perolehan gelar superseries keenam. Sebelumnya, Kevin/Marcus telah memperoleh titel juara dari All England serta India Superseries di awal tahun.

Final Malaysia Open Superseries Premier tahun ini masih didominasi perwakilan Tiongkok. Tercatat ada empat perwakilan, yaitu di ganda campuran, ganda putri, ganda putra, dan tunggal putra. Dari empat perwakilan, Tiongkok berhasil mengukuhkan diri menjadi juara dari nomor ganda campuran yang mempertemukan all Tiongkok final serta tunggal putra. Chen Qinchen/Zeng Siwei mengalahkan pasangan Huang Yaqiong/Lu Kai dengan dua set langsung. Lin Dan menumbangkan unggulan tuan rumah, Lee Chong Wei dengan dua game langsung. Di partai ganda putri, pasangan Jepang Fukushima/Hirota mengalahkan pasangan Tiongkok Huang Yaqiong/Tang Jinhua dengan straight game. Tunggal putri menjadi milik Tai Tzu Ying setelah mengalahkan Carolina Marin dengan perlawanan yang cukup ketat melalui straight game.

Final Superseries Ketiga Kevin/Gideon di 2017

kevgid1Photo: okezone sport (PBSI)

Kuching-Kevin Sanjaya/Marcus Gideon melaju ke babak final Malaysia open superseries 2017 setelah berhasil menakhlukkan pasangan Jepang (8/4/2017).

Di laga semifinal Malaysia Open Superseries Premier 2017 pasangan Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon berhasil mengalahkan pasangan Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan skor 21-16, 21-13. Bermain di Stadium Perpaduan, Kucing, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon tidak menemui kesulitan berarti dalam mengatasi perlawanan pasangan unggulan 2 dari Jepang tersebut meski di babak awal tertinggal perolahan angka.

Di babak pertama, kedua pasangan saling berebut angka. Pada awal-awal pertandingan diwarnai insiden karpet lapangan robek yang menyebabkan Kevin hampir saja jatuh terpeleset setelah mendaratkan kakinya. Akhirnya pertandingan dihentikan sementara hingga proses perbaikan selesai. Pertandingan kembali berlangsung, Kevin/Marcus tertinggal 3-7. Mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 5-7, pasangan nomor 1 dunia tersebut kembali tertinggal dengan 5-10. Berinisiatif menyerang terlebih dahulu, Kevin/Marcus berbalik unggul 16-11. Selanjutnya perolehan angka Kevin/Marcus terus melaju dan sekaligus menyudahi pertandingan dengan skor 21-16 setelah service Keigo Sonoda dikembalikan dengan baik oleh Kevin.

Babak kedua berjalan hampir sama dengan babak pertama. Bedanya adalah Takeshi Kamura/Keigo Sonoda banyak melakukan kesalahan sendiri, bola yang terlampau panjang serta service fault. Tertinggal 3-7, Kevin/Marcus terus mengejar ketertinggalan dengan strategi permainan depan net yang bagus. Alhasil, Kevin/Marcus terus memimpin angka dan memenangkan pertandingan setelah pengembalian smash keras Marcus oleh Keigo Sonoda membentur net dan jatuh di area permainan sendiri. Dengan begitu Kevin/Marcus berhak melaju ke babak final dan akan berhadapan dengan pasangan Tiongkok, Fu Hai Feng/Zeng Siwei.

Malaysia Open Superseries ini merupakan partai final ketiga bagi Kevin/Marcus setelah berhasil menjuarai All England dan India Open di awal tahun 2017. Jika berhasil memenangkan pertandingan melawan Fu Hai Feng/Zeng Siwei, maka Kevin/Marcus akan mencatatkan rekor hattrick juara superseries di tahun ini.

Proud Of You, Kevin/Gideon

kKevinGideon

Photo by allenglandbadminton.com/gallery

In-do-ne-sia…

Ea-huu…ea-huu…

Yells that always filled the stadium when Indonesian badminton playing. No matter in Indonesia or in another country. And that yells just heard at Barclaycard Arena, Birmingham, England.

All England 2017 just done and two names of Indonesian was recorded as the champion. It’s still actual. Indonesia men’s double, Kevin Sanjaya Sukamulyo and Marcus Fernaldi Gideon, were hold the tradition of champion title on the oldest badminton tournament in this world for their country.

An awesome game of both bring them to the podium. Kevin have ability to intercept the shuttlecock fastly and always keeping alacrity in front of the net. Meanwhile, Gideon’s dip smash is no doubt. Both of them playing well, all out, and energic.

Flashback to the matches of Kevin/Gideon on All England 2017, they deserved awesome game. At quarterfinal they defeated Tiongkok’s pair, Chai Biao/Hong Wei through straight game. Then, at semifinal dramatic game deserved by defeated Denmark’s pair, Pieler Kolding/Mads Conrad Petersen through rubber game. Kevin/Gideon finally reach the final game and beat Tiongkok’s pair, Li Junhui/Liu Yuchen. The final game is so attractive. Both of them are dreaming their first title of All England. But, in this third participation on All England, Kevin/Gideon succesed to be the champion.

This achievement is a pride to us and our nation. Indeed, Indonesia always recorded as the champion for All England tournament, hopefully it will always be. It’s not just about achievement record, but also is a fact that Indonesia are full of great talented whose worth to be appreciate.

Last, Kevin/Gideon…congratulation for your new title and the first BWF ranking.

Fraga

Yogyakarta memang salah satu surganya kuliner di Indonesia. Saat ini makin marak berdiri tempat-tempat makan, mulai dari  lesehan di pinggir jalan sampai eksklusif di tempat yang asyik. Selain banyaknya wisatawan, mungkin karena banyaknya pendatang di Yogyakarta yang mayoritas adalah mahasiswa menjadikan para pelaku usaha kuliner terus mengembangkan bisnisnya. Semakin tinggi jumlah penduduk, maka semakin tinggi pula tingkat konsumsinya. I think.

Cafe, resto, lounge, tinggal pilih saja. Dan, salah satu lokasi makan yang ada itu adalah Fraga. Yapp, Fraga. Agak unfamiliar sih dengan kata itu.

Fraga adalah sebuah resto di Jl. Robert Wolter Monginsidi Yogyakarta. Namanya memang cukup asing di telinga. Benar saja, karena kata Fraga diambil dari bahasa Swedia yang berarti “penasaran”, begitu kata ownernya. Fraga sendiri dulunya adalah sebuah resto yang bernama “Takigawa”. Namun, sang owner merubahnya menjadi sebuah resto dengan nama dan konsep yang baru. Menu yang disajikan adalah menu Indonesia, western, dan Jepang. Ada banyakkkk sekali pilihan menunya. Pokoknya tinggal pilih aja.

img-20161222-wa0008

Dori soup

Konsep ruangan yang nyaman dan rasa makanan yang disajikan  menjadi salah satu poin plus Fraga. Ada salah satu ruangan bernama “tatami” bagi yang suka lingkungan private ataupun ingin meeting bareng temen kerja maupun temen kuliah. Kalau yang suka kumpul santai, di Fraga juga ada mini bar. Oh ya, Fraga juga sering banget bikin promo yang biasanya diupdate di sosial media @fraga_jogja. Now, you should go there!